Sabtu, 08 November 2025

Sistem Kordinasi pada Manusia (Media Pembelajaran Interaktif)

Kesampingkan pikiran "apakah jika semua siswa Indonesia paham ini, maka Indonesia akan menjadi negara maju". Langsung kerjakan dan mengajar sebaik-baiknya. Nanti kalau sudah agak selesai, kita pikirkan lagi.

Hari ini, saya merasa mengajar dengan tidak baik. It's just my common feeling, when I teach. Aku tidak punya persiapan, aku tidak baca buku, aku tidak merancang metode mengajar. Aku hanya berusaha datang di sekolah tepat waktu, membawa buku, meminjam proyektor, dan mengunakan kemampuan otak untuk improvisasi secara spontan saat mengajar.

Lalu, saat aku ingin menampilkan youtube untuk mencari kamera obscura di layar proyektor, aku melihat gambar unik. Sebuah gambar video berjudul "Guru Tak Paham RPP, Siswa Jadi Korban". Aku terhenyak dan akhirnya aku berencana menyusun materi yang asik buat mengajar IPA minggu depan.


Ini linknya: (klik aja walau tidak kelihatan)

  1. Iris and Ciliary Body - Javalab (simulasi iris membuka dan menutup pupil; lalu simulasi otot siliars menebalkan dan memipihkan lensa mata.
  2. See the Light - Javalab (simulasi bagaimana gambar ditampilkan terbalik di dalam mata)
  3. Correction of Near-sightedness & Far-sightedness - Javalab (simulasi koreksi fokus pada mata rabun jauh dan mata rabun dekat)
  4. Connections of Neuron (nervous system, neural network) - Javalab (ilustrasi saraf dan simulasi bagaimana sinyal dikirim ke otak)
  5. Cochlear and Audible Frequency - Javalab (simulasi suara yang bisa didengar manusia dan bagaimana keadaan telinga ketika mendengarnya)
  6. Reaction time measuring (visual, auditory, tactile) - Javalab (simulasi perbedaan kecepatan respon pendengaran dan penglihatan)

Melalui simulasi interaktif di Javalab, kita bisa menjelajahi keajaiban sistem indra dan saraf manusia dengan cara yang hidup dan menarik.
Dimulai dari mata, kita dapat melihat bagaimana iris bekerja membuka dan menutup pupil untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk, sementara otot siliar menebalkan atau memipihkan lensa agar pandangan tetap fokus pada objek jauh maupun dekat. Proses halus ini menunjukkan betapa mata kita terus menyesuaikan diri agar mampu melihat dengan jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan dan jarak.

Selanjutnya, simulasi “See the Light” memperlihatkan bahwa bayangan yang ditangkap mata sebenarnya terbalik di retina. Namun, otak dengan cerdas membalikkan kembali gambar itu, sehingga kita melihat dunia dalam posisi yang benar. Ketika penglihatan tidak sempurna, seperti pada rabun dekat atau rabun jauh, simulasi “Correction of Near-sightedness & Far-sightedness” membantu kita memahami bagaimana lensa kacamata bekerja mengarahkan kembali fokus cahaya agar jatuh tepat di retina, mengembalikan ketajaman pandangan.

Dari mata, kita beralih ke dunia mikroskopis sistem saraf. Melalui simulasi “Connections of Neuron”, tampak bagaimana neuron-neuron saling terhubung dan mengirimkan sinyal listrik ke otak. Setiap pesan sensorik — baik dari mata, telinga, maupun kulit — menempuh perjalanan kompleks yang luar biasa cepat melalui jaringan saraf ini.

Tidak kalah menarik, simulasi “Cochlear and Audible Frequency” mengajak kita menelusuri telinga bagian dalam, tempat koklea mengubah getaran suara menjadi sinyal yang dapat dipahami otak. Kita dapat melihat bagaimana telinga manusia hanya mampu mendengar pada rentang frekuensi tertentu, dan bagaimana gelombang suara memengaruhi gerakan halus di dalam koklea.

Sebagai penutup, simulasi “Reaction Time Measuring” menunjukkan bagaimana tubuh kita merespons rangsangan dari berbagai indra — penglihatan, pendengaran, dan sentuhan. Dari sini kita bisa membandingkan kecepatan reaksi setiap jenis rangsangan dan menyadari betapa cepatnya sistem saraf kita bekerja.

Keseluruhan simulasi ini membentuk perjalanan yang utuh tentang bagaimana manusia melihat, mendengar, dan merespons dunia — menghubungkan proses biologis yang rumit dengan pengalaman sehari-hari yang tampak begitu sederhana.

*dibuat dengan bantuan ChatGPT
**dibuat agar kalau ada yang butuh, bisa cepat kumpul

Senin, 05 Mei 2025

Media Pembelajaran Interaktif: Struktur Bumi dan Perkembangannya

Mengajar menggunakan peraga atau ilustrasi lebih enak bagiku daripada mengajar dengan lisan saja. Apalagi materi pelajarannya adalah sesuatu di dunia nyata yang belum pernah dilihat oleh siswa. Jumat kemarin, saya mengajar IPA bab struktur bumi dan perkembangannya. Pada jam sebelum istirahat, saya hanya mengajar secara lisan. Kemudian jam setelah istirahat, saya mengajar dengan peraga yang ditampilkan melalui proyektor.

Selama istirahat, saya mencari peraga di internet. Akhirnya, saya menemukan ini:



Di sela-sela mengajar, ada pertanyaan di pikiranku: jika 
  • matahari diperdiksi akan meledak baru pada 8 triliun tahun yang akan datang 
  • saat kiamat, matahari hancur
  • kiamat itu dekat,
maka bagaimana memahami semua itu secara tidak bertentangan?
jawabannya kimat terjadi secara mendadak, bahkan sains pun tidak menduganya terjadi di hari itu. Tidak ada yang memprediksi di hari-hari itu, sebagaimana Surat Al-A’raf Ayat 187
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (bahwa 
pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah)"

Sabtu, 26 April 2025

Media Pembelajaran Interaktif Atom dan Unsur


Ketika menyampaikan materi IPA secara lisan, saya ragu apakah siswa paham dengan apa yang aku sampaikan. Aku juga merasa bahwa aku seperti sedang berdogma, menyampaikan ajaran yang harus diterima, bahkan tanpa rasionalisasi dan tanpa proses berpikir. Aku merasa lebih buruk daripada mengajarkan agama tanpa rujukan jelas. Aku merasa bahwa ngajar agama atau mendengarkan kuliah filsafat masih lebih rasional dan melatih berpikir daripada caraku mengajar IPA. Kemudian aku ingin mereka tahu bahwa materi atom yang aku sampaikan itu nyata. Aku mencari dan hanya menemukan gambar atom beneran ini:


kumpulan atom dalam gambar 3d ini ditemukan tahun 2013. Siwa nonton bareng videonya disini: https://www.youtube.com/watch?v=yqLlgIaz1L0. Gambarnya agak tidak memuaskan sih untuk orang yang terbiasa melihat warna dan bentuk yang estetik. Aku pun menampilkan electron scattering yang ditemukan di tahun 2018 ini:
Namun, konsep atom masih tidak dicerap oleh siswa. Aku ingin menyampaikan bahwa semua benda tersusun dari atom secara berkelas. Aku juga ingin mereka tahu kenapa air itu H₂O dan semacamnya. Setelah 2x pertemuan dan 1x ulangan, teman-teman siswa masih belum ngeh dengan konsep ini atau saya belum puas dengan caraku mengajar.
Alhamdu lillah, kemarin (jumat), saya mencari media pembelajaran interaktif di internet dan bertemu web javalab. Hasilnya, berikut ini beberapa link yang cocok untuk media pembelajaran interaktif:
  1. Melihat atom dari bawang - kulit bawang - sel kulit bawang - ribosom - dinding ribosom - unsur penyusun dinding ribosom, atom hidrogen (Scale of Atom - Javalab)
  2. Perubahan susunan atom dalam materi gas - cair - padat (State of matter - Javalab)
  3. Pengaruh suhu terhadap bentuk materi dan atom di dalamnya (State of Water 2 - Javalab)
  4. Tabel unsur periodik beserta model atom/ilustrasi jumlah elektronnya (Structure of an Atom - Javalab)
  5. Penggabungan 2 unsur untuk membentuk molekul maupun senyawa (Simple Chemical Bonding Simulation - Javalab)
  6. Pergerakan elektron (Matter Wave and de Broglie's Atomic Model - Javalab)
  7. Bom atom (Nuclear Chain Reaction - Javalab)
  8. Unsur-unsur dalam lilin yang terbakar (Chemical Change of Candle - Javalab)  
Aku juga mengumpulkan beberapa ayat yang relate dengan konsep atom yang saya sampaikan:
إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَـٰهُ بِقَدَرٍۢ ٤٩
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
dan 
وَمِنۡ كُلِّ شَىۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ‏ ٤٩

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah). 

dua ayat ini, aku gunakan untuk menjelaskan bahwa jumlah atom hidrogen dan oksigen dalam air harus pas untuk membentuk air. Begitu pula jumlah atom dalam molekul hidrogen dan molekul oksigen. Aku menunjukkan simulasi jumlah elektron yang diperlukan untuk reaksi reduksi oksidasi dengan Simple Chemical Bonding Simulation - Javalab.

Juga ayat
يَسۡـَٔـلُهٗ مَنۡ فِى السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ​ؕ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِىۡ شَاۡنٍ​ۚ‏  ٢٩
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan [mengabulkan doa dan tidak menganggur].
untuk memberitahu tarsir lain ayat ini bahwa mungkin tunneling [dalam mekanika kuantum partikel mikro (elektron, atom) dijelaskan oleh fungsi gelombang yang memiliki probabilitas tak-nol menembus penghalang energi meski secara klasik tak cukup energi untuk melakukannya. Akibatnya, partikel dapat “lenyap” di satu sisi penghalang dan “rematerialize” di sisi lain dengan probabilitas tertentu.] merupakan bukti salahsatu ajaran aqidah asy'ariyyah yang menyatakan bahwa Allah tidak berhenti mencipta dari 0 1 0 1 0. (kalaupun tidak demikian, ajaran maturidiyyah tetap relevan). Aku menyampaikan ini sambil menunjukkan elektron yang menghilang dalam orbitnya di simulasi Structure of an Atom - Javalab.

_________________________________
*Artikel ini dibuat agar saya bisa menemukan berbagai link tadi di masa depan tanpa harus mencarinya dari awal. 

Jumat, 26 Juli 2024

Kita perlu menulis untuk memberikan solusi problema kita

Kita perlu menulis untuk memberikan solusi problema kita

 

لأن لكل زمان تجديد (الشيخ النووي البنتاني)

13.11 | Prof Quraish Shihab: Kita ingin, problema-problema kita kita carikan solusinya didalam al-Qur’an. Salah satu kritik di kitab tafsir yang lama, adalah memberikan solusi terhadap problema mereka, bukan problema kita. ... Kita punya problem. Al-qur’an turun untuk itu.

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ... (البقرة: 123)

Kitab itu turun untuk memberi putusan tentang perselisihan manusia. Ulama’ itu bertugas menyelesaikan problem, bukan menjadi problem. Itu tugas kita. Kembali ke Imam Nawawi tadi... ini tajdid.

 https://www.youtube.com/live/9C5w3pBy8B0?si=9JlUc7t96i3JrK6-

Rabu, 11 Mei 2022

ILMU YANG PENTING DAN KELEMAHAN KAJIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN MULTI DISIPLINER

ILMU YANG PENTING DAN KELEMAHAN KAJIAN AGAMA DENGAN PENDEKATAN MULTI DISIPLINER
Eh, nganu... pikiran ini berawal dari ayat
{ ٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَا لَعِبࣱ وَلَهۡوࣱ وَزِینَةࣱ وَتَفَاخُرُۢ بَیۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرࣱ فِی ٱلۡأَمۡوَ ٰ⁠لِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِۖ كَمَثَلِ غَیۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ یَهِیجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرࣰّا ثُمَّ یَكُونُ حُطَـٰمࣰاۖ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ عَذَابࣱ شَدِیدࣱ وَمَغۡفِرَةࣱ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَ ٰ⁠نࣱۚ وَمَا ٱلۡحَیَوٰةُ ٱلدُّنۡیَاۤ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ }
[Surat Al-Hadid: 20]
Sisi menarik ayat ini adalah ayat ini nggak berhenti dengan penyebutan kejelekan dunia dan adzab akhirat. Tuhan masih melanjutkan ayat tadi dengan menyebut ada ampunan Allah dan ridha-Nya di akhirat. Hal ini seolah menasehati penceramah untuk tidak berhenti dengan hanya menyebutkan tentang kejelekan dunia dan tentang adzab bagi orang yang hanya mencari dunia tanpa memikirkan akhirat. Tapi...ditambah kesadaran ada ampunan dan ridha Allah di akhirat.

Kemudian...aku berpikir. Jika hidup ini hanya permainan, senda gurau, perhiasan, ajang sombong-sombongan/ pamer, dan ajang adu banyak-banyakan harta serta anak (yang sukses). Lalu kenapa kita nggak belajar untuk bermain, bercanda, berhias, menguasai segala hal yang bisa disombongkan, dan berbagai cara untuk punya banyak harta serta anak yang sukses. Kan kita masih hidup di dunia? Lagian... Ilmu² itu mungkin akan lebih berguna daripada ilmu pengetahuan murni dan ilmu untuk lomba cerdas cermat.

Terus... ilmu agama yang buat pamer dan sombong-sombongan tuh tidak berharga. Ilmu agama seperti itu punya sifat yang sama seperti ilmu umum yang untuk lomba cerdas cermat semata. Kita butuh ilmu agama dan umum yang membawa "manfaat". Tentu saja, manfaat akhirat dan manfaat dunia (perkembangan peradaban).

Iya...iya... Harus ingat maqolah
ﻭاﺑﻦ اﻟﻤﺒﺎﺭﻙ: «ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﻌﻄﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻋﻠﻰ ﻧﻴﺔ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﺃﺑﻰ ﺃﻥ ﻳﻌﻄﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻋﻠﻰ ﻧﻴﺔ اﻟﺪﻧﻴﺎ» . (زواجر عن اقتراف كبائر ص ٦٢)
"Allah masih mau memberi balasan duniawi bagi perbuatan yang diniatkan untuk akhirat tapi Allah tidak mau memberi balasan ukhrawi bagi perbuatan yang diniatkan untuk dunia"

Kemudian entah kenapa pikiran saya terbang ke topik lain...

Rasanya, perkembangan teknologi dan sains zaman sekarang tidak lagi ditopang oleh perorangan seperti zaman dulu. Maksudku, kita tidak bisa menyebut siapa penemu smartphone yang sedang kita pegang di zaman sekarang. Sementara itu, dulu, kita bisa menjawab soal "siapakah penemu telepon" hanya dengan sebuah nama, Graham Bell. 

Processor komputer pertama saja diciptakan oleh empat orang yang berasal dari tiga negara (Amerika, Italia, dan Jepang). Kemudian kita sudah tidak tahu processor generasi ketujuh, ditemukan oleh siapa. Kalau kita tanya google, maka google pun menjawab: perusahaan "intel". 

Bahkan, kalau kamu tahu, koding untuk program windows 10 itu awalnya dibuat oleh 4.000 programer. Kemudian diupdate dan dikembangkan selama lima tahunan oleh sekitar 15.000 programer. Ya, kelihatannya remeh, beli laptop, sudah ada wondowsnya, tinggal klik-klik-klik tapi itu adalah hasil kerja belasan ribu ahli koding.

Anggaplah itu ijtihad jama'i. Namun, rasanya nggak pas juga bila disebut ijtihad berjamaah. Alasannya karena istilah ijtihad berjamaah muncul di zaman akhir ini karena penurunan kualitas ulama: (1) ketiadaan ulama zaman ini yang menguasai semua bidang ilmu agama/keilmuannya sampai pada taraf mujtahid mutlak, dan (2) perlunya penjelasan dari para ahli bidang lain mengenai detail kasus tertentu yang bukan bidang keilmuan ulama. Sebaliknya, usaha penemuan teknologi sekarang membutuhkan banyak orang bukan karena ilmuan sekarang tidak bisa menguasai ilmu ilmuan lama secara holistik tapi karena banyak cabang ilmu baru yang muncul dan lebih rumit daripada zaman dulu. Simpelnya, kita nggak akan bilang bahwa ilmuan zaman dulu jago matematika sedangkan ilmuan zaman sekarang hanya bisa pakai kalkulator. Namun, kita bisa bilang "nyari orang hafal Alquran, hafal banyak hadis beserta sanadnya, tahu cara mendeteksi illat pada hadis, bisa balaghah, jago fiqh, faham ushul fiqh, ngerti tafsir plus ilmu tafsir, ahli ibadah, khatam Alquran berkali-kali sampai nggak sempat ngitung, zuhud, punya muru'ah, dan auranya sufi seperti empat imam madzhab dan murid-muridnya" adalah susah, sangat sangat susah.

Huh... tiba-tiba ingat hadis:
ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ، ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: " ﺇﻥ §اﻟﻠﻪ ﻗﺴﻢ ﺑﻴﻨﻜﻢ أخلاقكم ﻛﻤﺎ ﻗﺴﻢ ﺑﻴﻨﻜﻢ ﺃﺭﺯاﻗﻜﻢ، ﻓﺈﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﻌﻄﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻤﻦ ﻳﺤﺐ ﻭﻣﻦ ﻻ ﻳﺤﺐ، ﻭﻻ ﻳﻌﻄﻲ اﻟﺪﻳﻦ ﺇﻻ ﻣﻦ ﻳﺤﺐ، ﻓﻤﻦ ﺃﻋﻄﺎﻩ اﻟﻠﻪ اﻟﺪﻳﻦ ﻓﻘﺪ ﺃﺣﺒﻪ، ﻭاﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ، ﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﺒﺪ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﻠﻢ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻟﺴﺎﻧﻪ، ﻭﻻ ﻳﺆﻣﻦ ﺣﺘﻰ ﻳﺄﻣﻦ ﺟﺎﺭﻩ ﺑﻮاﺋﻘﻪ " ﻗﻴﻞ: ﻭﻣﺎ ﺑﻮاﺋﻘﻪ؟ ﻗﺎﻝ: " ﻏﺸﻤﻪ ﻭﻇﻠﻤﻪ "
شعب الإيمان ج ٧ ص ٣٦٦
"Sesungguhnya Allah membagi akhlak kalian sebagaimana Allah membagi rejeki kalian. Allah memberi dunia kepada orang yang Allah suka dan orang yang tidak Allah suka. Namun, Allah tidak memberi agama kecuali pada orang yang Allah suka..."

Lalu pikiranku terbang lagi ... mengkritisi penelitian bidang agama yang pendeketannya multidisipliner, membahas agama dari disiplin ilmu lain tapi orang yang membahasnya adalah orang jurusan agama. Bukankah itu rawan menimbulkan bias dan malapraktik. Bahkan itu menunjukkan kemandekan metodologi, kemandekan kajian, dan hilangnya tujuan awal ilmu agama. Ya, tujuan awalnya akhirat, cuma kebetulan juga membawa manfaat duniawi.

Rasanya, para teknisi dan dokter baik-baik saja membahas ilmu mereka sendiri dengan pendekatan masing-masing. Lalu ilmu mereka masih terus berkembang, mendatangkan hal yang memudahkan hidup manusia (di dunia). Mereka tidak perlu mengambil pendekatan disiplin ilmu lain -ilmu sosial misalnya- untuk membuat processor generasi baru atau obat penyakit baru. Jika pun mereka menggunakan oendekatan sosial, maka bukan sedang membuat penemuan baru di bidang nanoteknologi maupun obat-obatan. Ya, kan?



*Tulisan ini tidak bermaksud merendahkan ilmu agama karena beda tujuan dan penggunaan dengan ilmu umum. Tulisan ini pun hanya pendapat pribadi.yang bisa luput dan salah.

Senin, 02 November 2020

STANDAR INTROSPEKSI

STANDAR INTROSPEKSI
Bagaimana caranya mengetahui kesalahan kita tanpa ada yang memberi tahu? Memikirkannya sendiri atau menunggu "celaka karena perbuatan sendiri" sehingga sadar dengan kesalahan yang telah dilakukan. Cara kedua sungguh menyakitkan dan tidak kita inginkan. Kita bahas cara pertama saja, introspeksi.

Cara
Introspeksi bisa dengan melihat diri sendiri. Setelah melihat diri, terkadang saya masih tidak tahu apa yang salah. Ternyata saya terpengaruh oleh persepsi diri saya sendiri. Mudahnya, saya menganggap diri saya baik sehingga kejelekanku juga saya anggap baik. Untuk menghindari ini, saya perlu standar kebaikan.

Masalah 1
Standar kebaikan yang bisa digunakan dalam introspeksi itu, punya banyak versi. Misalnya: agama, adat, etika, hukum, perasaan, kemanusiaan, kesehatan, keindahan, kegunaan, materi finansial, dan rasa senang. 

Masalah 2
Kemudian ternyata berbagai standar kebaikan itu tidak selalu berjalan beriringan. Misalnya: aktivitas ini menyenangkan tapi menghabiskan uang, makanan ini enak tapi tidak baik untuk kesehatan, perbuatan ini menambah kekayaan tapi jahat, benda itu indah tapi tidak berguna atau bertentangan dengan agama, dan lain sebagainya.

Solusi
Akhirnya, standar itu diurutkan sesuai skala prioritas atau kemuliaan. Misalnya: kesehatan, keuangan, dan adat didahulukan daripada rasa senang. Setelah itu, kegunaan didahulukan daripada keindahan. Di atas semuanya, kepentingan agama didahulukan daripada kepentingan dunia ketika saling bertentangan (tentu saja bagi orang yang mementingkan akhirat daripada dunia). Ini -mungkin- namanya self perception.

Hambatan
Dalam perjalanan hidup, urutan standar ini bisa berubah-ubah. Tergantung situasi, kepentingan, kepercayaan diri, kekecewaan, iming-iming, dan lain-lain. Oleh karena itu, orang yang Perinsipnya masih belum kuat, akan mudah berubah.

Alternatif lain
Sebenarnya, ada cara lain untuk mengetahui kesalahan diri tanpa introspeksi atau tanpa menunggu kerugian/musibah. Yakni: refleksi kepada alam atau orang lain. Caranya melihat harmoni alam dan menirunya. Bisa juga melihat orang yang bertingkah buruk lalu kita menjauhi tingkah itu. Bisa juga melihat orang yang bertingkah baik lalu kita menirunya. Namun, lagi-lagi terdapat ketidakjelasan, orang baik itu seperti apa. Beda orang, beda penilaiannya.