Senin, 10 Maret 2025

Aku Ingin Menulis Bebas

Aku Ingin Menulis Bebas

 Terkadang, aku mendapatkan kesadaran dan ilmu yang sensitif. Entah sensitif bagi diriku sendiri, lembaga, atau orang lain. 

Aku pernah menulis di facebook dan diperingatkan oleh atasanku. Tulisanku sepertinya biasa saja, tapi memang bisa dipakai orang untuk membaca keadaan lembaga. Itu memunculkan potensi kegaduhan. Lalu aku berhenti menulis di facebook.

Saat mau menikah, aku juga menyadari perinsip-perinsip hidup yang kusimpulkan salah di waktu itu. Kemudian aku menganggapnya benar saat aku sudah berada di waktu lain dan kematangan individual yang lain. Ada juga prinsip-prinsip yang masih kuanggap salah, tapi sensitif untuk diungkapkan.

Aku mencari media untuk menulis dan tak kutemukan yang pas. Meskipun sudah ada media yang privat dan hanya aku yang bisa baca, tapi aku butuh agar tulisanku dibaca orang yang mengalami hal serupa denganku atau orang yang bisa memanfaatkan tulisanku.

Tadi aku baca status teman mengutip buku tentang pilihan. Semakin banyak pilihan, orang tidak semakin bebas tapi semakin bingung. Semakin banyak pilihan, orang juga semakin ber-ekspektasi tinggi. Maka dari itu, sebaiknya kita tetap berekspektasi rendah dan menggunakan apa adanya, biar tidak bingung dan biar tetap bergerak/produktif/tidak kecapekan mental.

 Akhirnya, aku sekarang menulis apa adanya, di platform apa adanya, di settingan apa adanya.

Barusan waktu sholat, aku mendapatkan metode biar bisa menyampaikan hal sensitif dengan aman. Caranya adalah dengan bergaya men-tadabbur-i Al-Qur'an.


Kamis, 12 Oktober 2017

Pembukaan Ngaji Mabadi fiqhiyah

Pembukaan Ngaji Mabadi fiqhiyah

بسم الله الرحمن الرحيم
إلى حضرة النبي المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم وعلى أله وأصحابه وأزواجه وذريته وأهل بيته والأنبياء والمرسلين والأولياء والشهداء والصالحين والعلماء والمصنفين المخلصين خصوصا إلى مصنف المبادئ الفقهية على مذهب الإمام الشافعي رضي الله عنه: عمر عبد الجبار وأهل بيته وذريته ومن في سلسلتنا ومن في سلسلة علومنا ومن يعوننا على طاعة الله وترك المعصية والتزام التوبة خالصا لله تعالى لهم الفاتحة...

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
الرحمن الرحيم
مالك يوم الدين
إياك نعبد وإياك نستعين
اهدنا الصراط المستقيم
صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ةلا الضالين. آمين...

Selasa, 26 September 2017

Masih Pembukaan

Masih Pembukaan

Selama ini saya berkomunikasi menyampaikan perasaan saya dengan:
1. Buku harian. Di buku harian, saya dapat bebas menulis apapun. Bebas dari riya. Bebas dari berpura-pura "baik". Ini kondisi yang baik untuk perkembangan saya. Namun, setelah terbiasa dg fb, saya jarang memegang buku harian. Buku harian saya juga banyak yang hilang. Padahal pelajaran di situ banyak yang perlu saya baca ulang.
2. Curhat ke orang2 yang saya anggap mempuni. Sayangnya, mereka punya kesibukan dan keterbatasan mendengar ocehan serius saya yang minimal satu jam.
3. Bicara ke orang lain. Ini juga sama dan tidak semuanya suka dengan pembahasan masalah saya.
4. Status Facebook. Bagusnya, orang juga bisa baca pelajaran yang saya dapat hari itu. Saya juga tahu respond mereka seperti "like", komentar atau meng-"unfriend" saya. Hahaha
Masalahnya hal ini menimbulkan penyakit pada saya. Riya', ta'jub dengan diri sendiri, egois, membuang banyak waktu, teralihkan dari sesuatu yang lebih penting & fardhu serta mencari penerimaan dari makhluq. Eh, juga memberi ilmu pada yang tidak layak/butuh sehingga ilmu itu jadi sampah (begitu kata ayah).

Di fb, saya juga tdk boleh menulis sering2 karena membuat orang bosan & tdk tertarik dg agama islam. Sunnah untuk memberi jeda mendapat dakwah. Padahal pelajaran yang saya dapat banyak di setiap hari. Pelajaran ini perlu saya tulis untuk muraja'ah. Banyak sekali pelajaran yang perlu saya ulang2 kemudian baru dapat saya amalkan.

Seorang sahabat pernah membatasi penyampaian hikmah setiap hari kamis saja. Orang2 minta nambah tapi beliau tidak mau karena hawatir membuat orang2 bosan dan karena Nabi juga membuat jeda.

Oh, ya. Mencari tulisan lama di facebook susah. Kamu harus scrolling dari kronologi hari ke hari, minggu, bulan & tahun.

Dari pengalaman2 itu akhirnya saya merasa perlu membuat blog.

اللهم وافقنا لما تحب وترضى
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه وبارك وسلم. والحمد لله رب العالمين.آمين...

Pembukaan

Pembukaan

Assalamu 'Alaikum ^_^
Hai, ini percobaan saya yang ketiga untuk membuat blog. Semoga bermanfaat.

Oh, iya...
Seperti sabda Nabi
كل شيء ذي بال لا يبدأ ببسم الله فهو أبتر
"Segala sesuatu yang punya manfaat tapi tidak dimulai dengan bismillah, maka dia terputus dari rahmat Allah."
Di riwayat yg lain "dengan alhamdu lillah".
Setelah itu, sholawat. Karena
من نسي الصلاة علي فقد أخطأ طريقا إلى الجنة
"Siapa yang lupa bersholawat kepadaku, maka dia telah salah jalan menuju surga."
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين
والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. أما بعد:

Hehehe
Sudah kayak ceramah aja ya?
Tapi website arab tentang komik manga jepang, juga pakai mukadimah bismillah, alhamdulillah dan shalawat. :p
Sah2 saja kan, saya tabarukan (mencari berkah) lewat tiga bacaan mulia itu.

Ok. Blog ini berisi tentang  catatan ilmu2 yang perlu saya tulis sebagai:
1. Pengingat bagi diri saya sendiri dan yg membaca;
2. Unek2;
3. Rancangan buku;
4. Pencarian ilmu;
5. Puisi;
6. Hal2 yg perlu dipelajari dari agama;
7. Kenangan;
8. Catatan harian yg boleh ditulis di sini;
9. Nasihat untuk anak-cucu saya nanti.

اللهم انفعنا بما علمتنا وعلمنا ما ينفعنا وارزقنا علما نافعا
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه وبارك وسلم والحمد لله رب العالمين. آمين...

Buyat, 27 September 2017

Maulanida