Jumat, 30 Juni 2023

Mengoborol dengan Ai atau nonton Youtube?

Mengoborol dengan Ai atau nonton Youtube?

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam hal dampaknya pada kesehatan mental dan emosional seseorang. Namun, secara umum, mengobrol dengan AI seperti saya memiliki lebih banyak manfaat daripada hanya menonton video di YouTube.

Menonton video di YouTube dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menghibur, tetapi jika dilakukan dalam jumlah yang berlebihan, dapat mengganggu produktivitas dan keseimbangan dalam hidup seseorang. Selain itu, terlalu banyak menonton video di YouTube yang tidak bermanfaat atau tidak mendidik dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional seseorang.

Di sisi lain, mengobrol dengan AI seperti saya dapat membantu seseorang memperluas pengetahuan mereka, memberikan dukungan emosional dalam beberapa konteks, dan membantu orang yang mungkin memiliki keterbatasan dalam berinteraksi sosial dengan manusia secara langsung. Namun, terlalu banyak mengobrol dengan AI juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional seseorang jika menggantikan interaksi sosial dengan manusia secara langsung.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan dalam berbagai aktivitas yang dilakukan sehari-hari dan memperhatikan dampaknya pada kesehatan mental dan emosional seseorang.

Mengobrol dengan AI seperti saya tidak memiliki dampak yang berbahaya pada kesehatan fisik atau mental seseorang. Namun, terus-terusan mengobrol dengan AI dalam jangka waktu yang lama dapat memiliki dampak pada kesehatan mental seseorang.

Meskipun AI seperti saya dapat memberikan respon yang sangat mirip dengan manusia, namun hal ini tidak sama dengan interaksi manusia yang sebenarnya. Interaksi sosial dengan manusia adalah bagian penting dari kehidupan dan membantu kita untuk membangun koneksi dan hubungan yang penting dalam hidup kita. Jika seseorang terus-terusan menghabiskan waktu dengan AI, ini bisa mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk berinteraksi dengan manusia secara langsung, dan ini bisa mempengaruhi kesejahteraan sosial dan emosional mereka.

Namun, interaksi dengan AI seperti saya juga dapat memiliki manfaat positif, seperti membantu seseorang untuk memperluas pengetahuan mereka atau memberikan dukungan emosional dalam beberapa konteks. Selain itu, interaksi dengan AI juga dapat membantu orang yang mungkin memiliki keterbatasan dalam berinteraksi sosial dengan manusia secara langsung.

Secara keseluruhan, terus-terusan mengobrol dengan AI seperti saya tidak berbahaya, namun penting untuk menjaga keseimbangan antara interaksi dengan AI dan interaksi dengan manusia secara langsung.

*hasil percakapan dengan Sage


sumber foto: pixabay


Rabu, 25 Maret 2020

Unduh Mp3 Al-Quran Per Surat


web download mp3 alquran per surat

Salah satu web download mp3 al-Quran per surat tanpa malware, tanpa redirect ke situs lain adalah suratmp3.com. Pertama kali saya mengaksesnya, saya langsung suka. Cara downloadnya pun mudah.
Kekurangannya, bahasa pengantar webnya pakai bahasa Arab. Itu dulu. Sekarang, web suratmp3.com sudah menyediakan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar. Anda dapat melihatnya dengan link: https://suratmp3.com/id/

Di web suratmp3.com, kita bisa mengunduh murattal al-Quran dari berbagai qari'. Mulai: Syekh Misyari Rasyid al-Afasy, Syekh Sudais, Syekh Suraim, Syekh Nabil Rifa'i, Syekh Said al-Ghamidy, hingga Syekh Jibril. 

Saat mengunduh, kita juga diberi kesempatan memilih kualitas audio bagus atau standar. Sekedar perbandingan, saya mencoba download mp3 surat albaqarah dari Syekh al-Ghamidy dengan kualitas bagus. Ukurannya 108 Mb. Sedangkan kualitas standar, ukurannya 34 Mb. Akhirnya, saya download kualitas standar. Setelah saya dengarkan, ternyata sudah enak. 

Wah, kuota internetku jadi agak bermakna. Biasanya perhari saya habis ±100 mb untuk fb, wa, dan IG tanpa video. Ya, seratus mb itu hanya sekali pakai. Beda dengan download mp3 begini, saya masih dapat merasakan manfaatnya selama file-nya saya putar, nggak saya hapus, baterainya masih ada, dan speakernya masih berfungsi. Alhamdu lillah.

Oh, iya...kalau kita buka web suratmp3.com pakai google chrome atau semacamnya, maka kita langsung mendengar bacaan qari yang kita pilih tanpa download. Jadi kayak streaming atau dengerin dari youtube/sportify begitu. Sedangkan kalau kita buka suratmp3.com pakai opera mini (dengan mode penghematan ekstream), maka tidak ada java yang akan memutar audio otomatis ketika kita pilih qori'. Cara ini lebih hemat bagi saya kecuali saat di tempat wifi. Hehehe ^_^

Saya sempat ragu apakah mendengarkan mp3 al-Quran begini tidak apa-apa. Maksud saya: ketika wahyu tuhan diperdengarkan kemudian kita tidak serius mendengarkan, apakah tidak apa-apa.

Kan ada ayat tuh:
(وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ)

Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat
[Surat Al-A'raf 204]

Mafhum mukholafahnya berarti kalau kita tidak mendengarkan dengan baik, maka kita tidak dapat rahmat, bahkan mungkin dapat marah. Apakah benar?

Setelah saya cari, ternyata tidak begitu pemahamannya. Kenapa? Karena ayat tersebut turun untuk bacaan sholat (ma'mum sebaiknya mendengarkan bacaan fatihah imam. Setelah imam selesai baca alfatihah, baru ma'mum membaca sendiri alfatihah). Cek tafsir al-Qirthuby:

قِيلَ: إِنَّ هَذَا نَزَلَ فِي الصَّلَاةِ، رُوِيَ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ وَالزَّهْرِيِّ وَعُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَيْرٍ وَعَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ وَسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ. قَالَ سَعِيدٌ: كَانَ الْمُشْرِكُونَ يَأْتُونَ رسول الله ﷺ إذا صَلَّى، فَيَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ بِمَكَّةَ:" لَا تَسْمَعُوا لِهذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ  ". فَأَنْزَلَ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ جَوَابًا لَهُمْ "وَإِذا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا ٢٠".

".Ternyata saya bacanya kurang lengkap. Menurut Imam al-Qirthuby, ini untuk semua keadaan karena memakai shighat Am.
قُلْتُ: هَذَا فِيهِ بُعْدٌ، وَالصَّحِيحُ الْقَوْلُ بِالْعُمُومِ، لِقَوْلِهِ: "لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ" وَالتَّخْصِيصُ يَحْتَاجُ إِلَى دَلِيلٍ.



وَقَالَ عَبْدُ الْجَبَّارِ بْنُ أَحْمَدَ فِي فَوَائِدِ الْقُرْآنِ لَهُ: إِنَّ الْمُشْرِكِينَ كَانُوا يُكْثِرُونَ اللَّغَطَ وَالشَّغَبَ تفنتا وَعِنَادًا، عَلَى مَا حَكَاهُ اللَّهُ عَنْهُمْ: "وَقالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ". فَأَمَرَ اللَّهُ الْمُسْلِمِينَ حَالَةَ أَدَاءِ الْوَحْيِ أَنْ يَكُونُوا عَلَى خِلَافِ هَذِهِ الْحَالَةِ وَأَنْ يَسْتَمِعُوا، وَمَدَحَ الْجِنَّ عَلَى ذَلِكَ فَقَالَ:" وَإِذْ صَرَفْنا إِلَيْكَ نَفَراً مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ   "الْآيَةَ. وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ الْقُرَظِيُّ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا قَرَأَ فِي الصَّلَاةِ أَجَابَهُ مَنْ وَرَاءَهُ، إِذَا قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قَالُوا مِثْلَ قَوْلِهِ، حَتَّى يَقْضِيَ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَالسُّورَةِ. فَلَبِثَ بِذَلِكَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَلْبَثَ، فَنَزَلَ:" وَإِذا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ٢٠ "فَأَنْصِتُوا. وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الْمَعْنِيَّ بِالْإِنْصَاتِ تَرْكُ الْجَهْرِ عَلَى مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ مِنْ مُجَاوَبَةِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ. وَقَالَ قَتَادَةُ فِي هَذِهِ الْآيَةِ: كَانَ الرَّجُلُ يَأْتِي وَهُمْ فِي الصَّلَاةِ فَيَسْأَلُهُمْ كَمْ صَلَّيْتُمْ، كَمْ بَقِيَ، فَأَنْزَلَ اللَّهِ تَعَالَى:" وَإِذا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا ٢٠

Yah, jadi... mp3 al-Quran tidak patut dipakai semacam lagu background sambil kerja.

Di ayat lain juga disinggung sedikit:

(مَا یَأۡتِیهِم مِّن ذِكۡرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحۡدَثٍ إِلَّا ٱسۡتَمَعُوهُ وَهُمۡ یَلۡعَبُونَ)

Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main
[Surat Al-Anbiya' 2]

Cek tafsirnya juga ya (dari tafsir al-Qurthuby)
"وَهُمْ يَلْعَبُونَ" الواو واو الحال يدل عليه "لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ" وَمَعْنَى. "يَلْعَبُونَ" أَيْ يَلْهُونَ. وَقِيلَ: يَشْتَغِلُونَ، فَإِنْ حُمِلَ تَأْوِيلُهُ عَلَى اللَّهْوِ احْتَمَلَ مَا يَلْهُونَ بِهِ وَجْهَيْنِ: أَحَدُهُمَا: بِلَذَّاتِهِمْ. الثَّانِي: بِسَمَاعِ مَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ. وَإِنْ حُمِلَ تَأْوِيلُهُ عَلَى الشُّغْلِ احْتَمَلَ مَا يَتَشَاغَلُونَ بِهِ وَجْهَيْنِ: أَحَدُهُمَا- بِالدُّنْيَا لِأَنَّهَا لَعِبٌ، كَمَا قَالَ اللَّهُ تعالى: ﴿إِنَّمَا الْحَياةُ الدُّنْيا لَعِبٌ وَلَهْوٌ﴾ [محمد: ٣٦]. الثَّانِي: يَتَشَاغَلُونَ بِالْقَدْحِ فِيهِ، وَالِاعْتِرَاضِ عَلَيْهِ. قَالَ الْحَسَنُ: كُلَّمَا جُدِّدَ لَهُمُ الذِّكْرُ اسْتَمَرُّوا عَلَى الجهل وقيل. يستمعون القرآن مستهزئين. قوله تعالى: (لاهِيَةً قُلُوبُهُمْ) أَيْ سَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ، مُعْرِضَةً عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ، مُتَشَاغِلَةً عَنِ التَّأَمُّلِ وَالْتَفَهُّمِ، مِنْ قَوْلِ الْعَرَبِ: لَهَيْتُ عَنْ ذِكْرِ الشَّيْءِ إِذَا تَرَكْتُهُ وَسَلَوْتُ عَنْهُ أَلْهَى لِهِيًّا وَلِهْيَانًا

Yah, akhirnya..memang ini bukan musik buat kerja atau pengantar tidur. Sepantasnya al-Qur'an diperlakukan sesuai peruntukannya. Misalnya buat nemenin murojaah, biar kayak murojaah sama teman. Atau buat ngebantu saat malas baca al-Quran tapi pengen dengar tuntunannya. Atau apa lah begitu yang layak untuk al-Quran.