Sabtu, 28 Oktober 2017

Qaza

Qaza

Seindah-indah bungkus, ia tetap pantas dibuang di tempat sampah. Kardus air minum merek terkenal, merek murahan, mi instan bungkus ataupun popmie dalam gelas sterofoam punya kemiripan rumus. Don't accept if seal broken! Jangan diterima bila kemasan rusak!

Kemarin, ingin sekali bilang begitu. Apadaya tidak jadi. Ya...aku kena penyakit suka bicara, tidak mau mendengar.

Teman2 santri tiba2 serempak potong qoza' meskipun beda model. Qoza' adalah menggundul salahsatu bagian kepala & membiarkan bagian yang lain. Anehnya tdk ada yang mengingatkan.

Ah, kenapa harus aku yang tahu. Hadits ini saya dapat waktu ngaji puasa kitab shahih bukhari/muslim. Saya lupa kitab yang mana. Yang saya ingat, waktu itu Yai Habib mengumpamakannya seperti model rambut mohawk. Potong tipis bagian kiri-kanan tapi bagian tengah tidak.
Sebentar...
Saya cari dulu, ya?
Eh, ternyata di dua kitab itu...

Ini yang di Shohih Bukhari
Juz 7 halaman 163

5920 -
ﺣﺪﺛﻨﻲ ﻣﺤﻤﺪ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻣﺨﻠﺪ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ اﺑﻦ ﺟﺮﻳﺞ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺣﻔﺺ، ﺃﻥ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻧﺎﻓﻊ، ﺃﺧﺒﺮﻩ، ﻋﻦ ﻧﺎﻓﻊ، ﻣﻮﻟﻰ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ: ﺃﻧﻪ ﺳﻤﻊ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ: «ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ §ﻳﻨﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻘﺰﻉ» ﻗﺎﻝ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ: ﻗﻠﺖ: ﻭﻣﺎ اﻟﻘﺰﻉ؟ ﻓﺄﺷﺎﺭ ﻟﻨﺎ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫا ﺣﻠﻖ اﻟﺼﺒﻲ، ﻭﺗﺮﻙ ﻫﺎ ﻫﻨﺎ ﺷﻌﺮﺓ ﻭﻫﺎ ﻫﻨﺎ ﻭﻫﺎ ﻫﻨﺎ، ﻓﺄﺷﺎﺭ ﻟﻨﺎ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﻧﺎﺻﻴﺘﻪ ﻭﺟﺎﻧﺒﻲ ﺭﺃﺳﻪ. ﻗﻴﻞ ﻟﻌﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ: ﻓﺎﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﻭاﻟﻐﻼﻡ؟ ﻗﺎﻝ: ﻻ ﺃﺩﺭﻱ، ﻫﻜﺬا ﻗﺎﻝ: اﻟﺼﺒﻲ. ﻗﺎﻝ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ: ﻭﻋﺎﻭﺩﺗﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: ﺃﻣﺎ اﻟﻘﺼﺔ ﻭاﻟﻘﻔﺎ ﻟﻠﻐﻼﻡ ﻓﻼ ﺑﺄﺱ ﺑﻬﻤﺎ، ﻭﻟﻜﻦ اﻟﻘﺰﻉ ﺃﻥ ﻳﺘﺮﻙ ﺑﻨﺎﺻﻴﺘﻪ ﺷﻌﺮ، ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻲ ﺭﺃﺳﻪ ﻏﻴﺮﻩ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺷﻖ ﺭﺃﺳﻪ ﻫﺬا ﻭﻫﺬا
__________ W5576 (5/2214) -
[ ﺷ ﺃﺧﺮﺟﻪ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ اﻟﻠﺒﺎﺱ ﻭاﻟﺰﻳﻨﺔ ﺑﺎﺏ ﻛﺮاﻫﺔ اﻟﻘﺰﻉ ﺭﻗﻢ 2120. (اﻟﻘﺼﺔ) ﺷﻌﺮ اﻟﺼﺪﻏﻴﻦ. (اﻟﻘﻔﺎ) ﺷﻌﺮ ﻗﻔﺎ اﻟﺮﺃﺱ]

5291
ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﻦ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ اﻟﻤﺜﻨﻰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺩﻳﻨﺎﺭ، ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ: «ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ §ﻧﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻘﺰﻉ»
__________
R5577 (5/2214)u

Kamis, 05 Oktober 2017

Quartet Mabadi Fiqih

Quartet Mabadi Fiqih

Assalamu 'alaikum
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد الهادي إلى صراط مستقيم وعلى أله وصحبه أجمعين. أما بعد

Hai, di tag mabadi' fiqhiyyah ini, in syaa Allah saya akan berbagi kenangan tentang pelajaranku saat di MI. Semoga istiqamah.

MI adalah singkatan dari Madrasah Ibtida'iyah. MI merupakan jenjang pendidikan dasar 6 tahun setingkat SD dibawah naungan Kementrian Agama. Disana, siswa diberi pelajaran Agama Islam dengan jumlah & kualitas lebih.

Ketika kelas 4 MI Muallimat Cukir, saya diberi pelajaran muatan lokal yang bernama fiqih kitab. Dinamakan fiqih kitab mungkin karena pelajaran fiqihnya diambil dari kitab berbahasa arab. Sedangkan fiqih yang menggunakan buku berdasar kurikulum pemerintah disebut fiqih kurikulum.

Guru yang mengajari saya bernama Bu Titik. Lalu Bu Badi'. Kemudian ketika beliau sakit, digantikan oleh Bu Lulu'. Lalu Bu Badi' lagi. Terakhir di kelas 6 Pak Miftahur Rahman.

Kitab Mabadi' Fiqih (المبادئ الفقهية : على مذهب الإمام الشافعي رضي الله عنه) ditulis oleh Syekh Umar Abdul Jabar. Buku ini terdiri dari empat juz. Buku ini menyajikan fiqih sesuai taraf kemampuan & perkembangan berfikir anak-anak.

Buku pertama memiliki penjelasan singkat & simpel/sederhana. Buku pertama ini masih mencantumkan bacaan sholat sedangkan buku kedua tidak.

Buku kedua lebih rumit. Misalnya di buku pertama Syekh Umar Abdul Jabar menjelaskan bahwa ma'na "menunaikan zakat" adalah memberi sejumlah harta kepada faqir & miskin (halaman 17). Namun beliau tidak menjelaskan faqir & miskin itu siapa. Sedangkan di buku kedua, beliau menambahkan semua golongan yg berhak menerima zakat. Beliau juga memberi definisi untuk masing-masing golongan (halaman 37-39)

Setiap juz memuat penjelasan lebih rinci atau penjelasan tambahan atau penjelasan tingkat selanjutnya. Misalnya dalam topik Islam:
Juz I menerangkan tentang definisi Islam, lima rukun Islam dan definisi dari setiap rukun Islam;
Juz II menjelaskan tentang jumlah hukum dalam Islam dan definisinya;
Juz III menjelaskan definisi ushul (dasar2) Islam, definisi hukum2 Islam lagi dan memberi definisi kedua dari Islam;
Juz IV tidak lagi menjelaskan tentang definisi Islam tapi langsung ke thaharah/bersuci. Pembahasan thaharah juz IV pun lebih umum daripada juz III. Ciri khas juz IV adalah dalil di akhir paragraf. Hal2 yg dibahas pun, dipilih dari hukum yang dalilnya mudah difahami.

Saya tidak menyangka bahwa buku waktu saya kecil ini sangat memperhatikan perkembangan pemikiran anak. Bagusnya lagi, kitab ini menyajikan urutan materi dari yang paling urgen/mendesak untuk segera difahami.

Ambil saja juz satu. Di sana Islam dikaitkan dengan "sa'adah" kebahagiaan makhuq. Ini disampaikan diawal. Padahal perlu buku yang agak atas bagi saya untuk menyadarinya, misalnya kifayatul atqiya' (dg yai Ishaq), mukasyafatul qulub (dg Yai Ishaq), pelajaran biologi aliyah (dg pak arifin), mau'izhatul mu'minin (ma'had aly), tanwirul qulub (yai Aziz) dan minhajul abidin. Di juz satu juga, bacaan sholat dibahas sehingga anak2 yang saya kira hafal bacaan sholat ternyata belum. Kemudian pembahasan dilanjutkan ke dzikir. Akhirnya, saya juga harus memikirkan bagaimana mereka dapat hafal dzikir & doa setelah sholat walaupun beda dengan yang di kitab. Ya, hidayah itu dari Allah.

Saya juga agak menyesal. Mengapa saya tdk menguasai jilid tiga? Mengapa saya meremehkan kitab2 ini. Akibatnya beberapa ilmu ibadah saya terlewat & baru diingatkan ketika kuliah. Saya merasa waw ketika mendapat ilmu itu di kuliah, padahal itu sudah diajarkan ketika saya kelas enam MI. Bahkan terdapat pelajaran yang essensial (pokok/inti/penting) belum saya ceritakan pada anak2 yang belajar bersama saya. Ah, saya diingatkan lagi bahwa saya meremehkan karena tidak tahu kelebihan/keunggulan.

والله أعلم بالصواب

Semoga dosaku diampuni & semoga kami lengkap mendapatkan yang essensial dari pelajaran agama kami. Semoga Allah memberi hidayah pada kami. Aamiiin...
اهدنا الصراط المستقيم
والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

Selasa, 26 September 2017

Menyembelih Ikan

Menyembelih Ikan

Rhadian Andriyana > Pustaka Ilmu
Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)

Minta penjelasan ! Bagaimana cara
membunuh / menyembelih ikan yang
akan di konsumsi ? Terima kasih .

===========================

Nur Hamzah
ikan nggak perlu disembelih ketika
akan di konsumsi.

ﺍﺣﻤﺪ ﺳﺨﺮﺍﻟﺪﻳﻦ
Afwan.. ikan halal tanpa harus di
sembelih.

Dalam hasyiah bujairimy 'alal khatib juz 4 hlmn 325 :

ﺃﺣﻠﺖ ﻟﻨﺎ ﻣﻴﺘﺘﺎﻥ : ﺍﻟﺴﻤﻚ ﻭﺍﻟﺠﺮﺍﺩ ﻓﻴﺤﻞ
ﺃﻛﻠﻬﻤﺎ ﻭﺑﻠﻌﻬﻤﺎ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺸﺒﻪ ﺍﻟﺴﻤﻚ
ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ، ﻛﻜﻠﺐ ﻭﺧﻨﺰﻳﺮ ﻭﻓﺮﺱ ، ﻭﻛﺮﻩ
ﻗﻄﻌﻬﻤﺎ ﺣﻴﻴﻦ، ﻭﻳﻜﺮﻩ ﺫﺑﺤﻬﻤﺎ ، ﺇﻻ ﺳﻤﻜﺔ
ﻛﺒﻴﺮﺓ ﻳﻄﻮﻝ ﺑﻘﺎﺋﻬﺎ ، ﻓﻴﺴﻦ ﺫﺑﺤﻬﺎ

"Dihalalkan pada kami dua bangkai
yaitu : ikan dan belalang. Halal
mengkonsumsi & melahap keduanya, walaupun bentuknya
tidak seperti ikan pada umumnya,
seperti berbentuk anjing,babi atau
kuda. Dan dimakruhkan
memotongnya hidup2. Juga dimakruhkan menyembelihnya. Kecuali bila ikan tersebut besar yang tidak
mudah mati, maka di sunahkan
untuk menyembelihnya."
Wallahu'alam..

Muh Jayus
.
ﻭﻋﻠﻴﻜﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ .
ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Boleh menggoreng ikan hidup-hidup.
Demikian juga boleh menelannya
bilamana ikan itu kecil. Dan
dimaafkan mengenai najis yang ada
di dalam perutnya.
Kitab:
Kasyifatus Saja
ﻳﺠﻮﺯ ﻗﻠﻲ ﺍﻟﺴﻤﻚ ﺣﻴﺎ ﻭﻛﺬﺍ ﺍﺑﺘﻼﻋﻪ ﺇﺫﺍ
ﻛﺎﻥ ﺻﻐﻴﺮﺍ ﻭﻳﻌﻔﻰ ﻋﻤﺎ ﻓﻲ ﺑﺎﻃﻨﻪ

Link asal:
https://mobile.facebook.com/groups/196355227053960?view=permalink&id=1725489364140531&refid=18&ref=opera_speed_dial&_ft_=qid.6470228697839860175%3Amf_story_key.1725489364140531%3Atop_level_post_id.1725489364140531%3Atl_objid.1725489364140531&__tn__=%2AW-R