Jumat, 16 Mei 2025

PUISI: RUMAH BUMI

PUISI: RUMAH BUMI

Bulan bertengger di langit senja dengan gagahnya

Pohon-pohon menjulang ke langit bak tiangnya

Hutan, sawah, gunung, dan laut menegaskan luasnya

Aku sadar bahwa tuhan sedang memamerkan bumi-Nya

Kepada manusia yang puas dengan rumahnya

 

Bumi, tuhan ciptakan sebagai rumah manusia

Di rumah besar ini, manusia membangun rumah kecilnya

Di planet semegah ini, manusia menghias rumahnya

Di sebutir jagat raya ini, manusia membeli tanahnya

 

Bulan bertengger di langit senja dengan gagahnya

Pohon-pohon menjulang ke langit bak tiangnya

Hutan, sawah, gunung, dan laut menegaskan luasnya

Aku sadar bahwa tuhan sedang memamerkan bumi-Nya 

Minggu, 30 Oktober 2022

TIDAK ADA CINTA SEPERTI CINTANYA

سبحان الذي لا حب مثل حبه
ولا كرمة مثل كرمه
وليس كمثله شيء
وهو السميع العليم

سبحان الذي لا حب مثل حبه
ولا رحمة مثل رحمته
ولا رب سواه

سبحان الذي لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

سبحان الذي لا صبر مثل صبره
ولا عذاب مثل عذابه
ولا مغفرة مثل مغفرته
ولا حول ولا قوة إلا به

سبحان الذي لا ملك مثل ملكه
ولا كبرياء مثل كبريائه
ولا علوة مثل علوته
ولا نصل إلى حضرته إلا بمعونته
ولا نستقيم إلا بفضله
وهو على امتنانه لا مثيل له

Mataku akan buta
Telingaku akan tuli
Mulutku akan bisu
Badanku akan lumpuh
Dan aku akan bertemu denganmu
Masih lama kah itu
Aku takut mati tak membawamu
Aku takut tak sanggup bertemu
Aku takut kehilangan sebelum bertemu
Aku takut sebentar lagi tak lagi mengenalmu
Aku takut kamu

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين
واهدنا مع زمرة الصالحين الصادقين
واغفر لنا وارحمنا معهم برحمتك يا أرحم الراحمين

Kamis, 21 Mei 2020

TERAS TOKO MALAM ITU

Nakamura tiba-tiba duduk di sebelah gelandangan. Dia bertanya, "Aku tahu kamu kesepian. Aku menawarkan sebuah kesempatan. Aku punya uang lima jutaan. Kamu bisa pakai itu untuk hidup normal selama sebulan."

Gelandangan itu terkejut bahagia. Ia tak tahu apa yang baru menyambar Nakamura. Nakamura benar-benar lebih layak disebut gila daripada dia. Dia peluk erat tubuh Nakamura di tengah kegelapan teras toko di sebelah jalan raya.

Nakamura baru saja patah hatinya. Tanpa lama-lama, dia ambil tabungannya yang tak berharga lagi di matanya. Dia berikan ke orang yang lebih sering patah hati daripada dirinya. "Jika aku tak bisa berbahagia dengan uang ini, orang lain harus bisa", begitu pikirnya.

Nakamura pulang ke kontrakannya. Dia rebahkan tubuhnya dan tidur dengan hati remuk redam.

"Bodoh kamu", kata temannya, "Jangan berikan semuanya, ini masih korona. Nanti, kau bisa memakainya untuk kebutuhanmu atau memperbaiki penampilanmu atau mengembangkan usaha. Penghasilanmu bertambah dan kau tak akan lagi menjadi hina."

Nakamura diam seribu bahasa.

***

Aku duduk sendirian di teras toko yang sudah tutup. Aku memejamkan mata, mencoba tak peduli dengan segala keberuntungan orang-orang yang lalu-lalang di depanku malam itu. Entah kapan terakhir kali aku keluar rumah dengan badan bersih dan baju bagus seperti mereka. Entah kapan terakhir kalinya aku berjalan dengan teman atau saudara. Aku tak mau lagi memikirkan mereka, membuatku merasa semakin tak berguna. Mataku semakin sayu dan kesadaranku pergi entah kemana.

Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku. Dia duduk disebelahku, berbicara. Dia menyuruhku hidup normal. Lalu ia berikan amplop uang lima juta empat ratus ribu. Aku memeluknya erat sekali karena bahagia.

Itulah malam titik balik hidupku. Aku pakai uang tiga juta untuk sewa kontrakan setahun agak jauh dari sana. Limaratus ribu untuk beli dua baju, celana, dan alat kebersihan. Enam ratus untuk makanan satu bulan dan sisanya kubawa ke pasar setiap pagi buta.

Aku beli sayur dari petani dan tengkulak yang datang ke pasar sebelum fajar. Lalu aku jual lagi saat matahai terbit. Begitu setiap hari. 

Akhirnya aku memilih berjualan buah di toko kecil ini. Setelah satu tahun mencari pelanggan, uang satu juta berputar tiap hari disini. Keuntunganku 400 ribu perhari. Oh, atas keberuntungan dalam hidupku ini, aku berharap tuhan memberkati dia yang duduk disampingku malam itu. Kuharap dia pun beruntung dalam hidupnya.

Selasa, 12 Mei 2020

PENYALAHGUNAAN AGAMA

Dan, ilmu agama pun menolak
Untuk dijadikan selain akhirat
Sehingga tak ada pahala, 
Tak ada kedamaian,
Tak ada kedekatan dengan tuhan,
Di agama kepura-puraan 

Posting agama seharusnya berpahala
Tapi pahalanya hanya like saja
Karena dunia tujuannya

Ajaran agama harusnya
Membimbing kepada yang maha damai
Tapi ternyata berisik
Karena jadi kedok cari pamor dan kursi politik

Beragama harusnya berinteraksi dengan tuhan
Tapi ternyata hanya interaksi debat pikiran
Hanya ritus kebiasaan
Hanya alasan biar merasa lebih baik daripada orang-orang 

Kalau ada orang beragama, tetap disalah-salahkan
Ada saja yang kurang
Karena memang agama jadi pembenar "aku lebih baik daripada kalian"

Sabtu, 10 November 2018

SAKINAH

Maukah kamu
Menemaniku
Menjalani hidup tanpa menyakiti siapapun dari makhluk tuhanmu
Menjalani hidup dengan niat baik tanpa jemu
Dan ketika aku tak punya teman yang sejalan denganku
Aku bisa merengkuhmu
Memelukmu dan meluluhkan remuk redam hatiku
Atau sekedar menggenggam tanganmu
Meyakinkan diri aku masih punya kamu
Oh, aku salah padamu
Harusnya ini untuk tuhan bukan untukmu
Salahkah aku karena merasa tenang bersamamu
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21)

Senin, 12 Maret 2018

SAAT NANTI

Saat aku tak bisa melihat lagi
Aku ingin melihat: kamu di hati
Saat aku tak mampu berdiri lagi
Aku ingin mendapati: kamu penopang hati
Saat mataku tak bisa terbuka lagi
Aku ingin melihat pintumu tak mungkin tertutup lagi
Saat badanku tak bisa kugerakkan lagi
Aku ingin diam disisimu tanpa perpisahan lagi

17/01/2018

HARMONIA

Aku ingin menangis sepuasnya malam ini
Bercerita tentang penghianatanku padanya
Bercerita tentang beban ringan yang berat bagiku
Bercerita tentang masa2 yang hilang dariku

Harmonia
Aku ingin kau mendengarkanku
Menangis puas malam ini
Terisak tanpa bisa menghembus surat terakhir

Harmonia
Aku ingin menagis malam ini
Tanpa tahu kenapa
Hanya diam dan menangis saja
Meluapkan emosi dalam dada

Harmonia
Aku ingin menangis malam ini
Mengukir sebuah kenangan
Tetes air mata
Dalam lindungan gelap
Dan pelukan sepi
Hanya kita berdua
Sebuah kenangan
Kita saja
Tanpa caci tanpa cela
Hanya aku ingin menangis dihadapanmu saja

Harmonia

06/01/2018

KENAPA KAU INI

Kenapa kau baik sekali
Kenapa aku jahat sekali
Kenapa kau ini
Kenapa kau kirim kebaikan kebaikan ini
Dan aku kirim dosa-dosa ini
Kenapa aku ini
Dan kenapa kau baik sekali

05/01/2018

NGGAK MAU


Aku nggak mau jadi setan
Berhentilah memicuku meledak
Aku nggak mau menjadi wabah
Kemana ku harus mencari penjinak bom ini
Ataukah aku harus membawa racun ini sendiri
Menjauh dan mengurung diri

جاهل ناسك
عالم متهتك